Pangdam IV : Paskah Merupakan Wahana Untuk Memantapkan Keimanan dan Ketaqwaan Umat Kristiani

Hari raya Paskah adalah puncak perayaan untuk mengenang Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Hari Raya Paskah menjadi sangat penting bagi umat Kristiani karena sebelumnya telah menjalani puasa selama 40 hari sebagai bentuk pertobatan di hadapan Tuhan.

Demikian penyampaian Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. melalui sambutannya yang dibacakan oleh Katopdam IV/Diponegoro Kolonel Ctp DR. Ir. Sukanto Hadi, M.T. pada acara peringatan Hari Raya Paskah prajurit dan PNS se-Garnisun Semarang di Aula Wijayakusuma Ajendam IV/Diponegoro, Jum’at (3/5).

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada Pastor Ignatius Suryadi, Sj, dari Gereja Santo Yusup Ambarawa dan Pendeta Yosea Cristiono, S.Th dari JKI Injil Kerajaan Holly Stadium, sekaligus mengucapkan “Selamat Paskah”, kepada warga Kristiani anggota dan keluarga Kodam IV/Diponegoro.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peringatan Hari Raya Paskah ini menjadi puncak keimanan umat Kristiani di seluruh dunia, yang dirayakan dengan gembira dan penuh suka cita termasuk oleh prajurit dan PNS yang beragama Kristiani.

Dirinya berharap melalui perayaan Paskah Tahun 2019 ini, dapat dijadikan wahana untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan serta motivasi juang bagi umat Kristiani khususnya Prajurit dan PNS beserta keluarganya. Momentum ini juga dapat digunakan sebagai upaya untuk membangun kebersamaan dan soliditas antar umat beragama sebagai perwujudan dari toleransi dalam bingkai NKRI, sehingga benar-benar membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita sekalian.

Oleh karena itu, sangatlah tepat apabila perayaan ibadah Paskah kali ini, mengambil tema “Spiritualitas Kebangkitan Yesus Kristus Menjadi Sumber Motivasi Bagi Prajurit dan PNS TNI AD yang Profesional Mewujudkan Masyarakat Indonesia Yang Demokratis Penuh Damai”. Tema ini hendaknya dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tegasnya.

Sementara itu, Pastor Ign Suryadi, Sj., dalam renungannya menceritakan kebangkitan Yesus Kristus sebagaimana yang diceritakan dalam Kitab Injil. Menurutnya, dibandingkan perayaan Natal, Paskah merupakan yang terpenting dalam keimanan Kristiani, dan itu ada dalam catatan sejarah ribuan yang lalu, sebagai anak domba Allah yang menebus umat manusia dengan cara mati diatas kayu salib.

Pastor juga mengingatkan agar umat Kristiani menghindari tujuh akar dosa yakni, marah, malas, egois, sombong, rakus, dendam dan iri/dengki. Ketujuh akar dosa itulah yang akan menjadi trigger perbuatan dosa, ungkapnya.

Peringatan Hari Raya Paskah Tahun 2019 dihadiri Irdam IV/Diponegoro Kolonel Inf Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., dan para pejabat serta prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro yang beragama Kristen dan Katholik se-Garnizun Semarang.