Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Korban Gempa Kalibening Banjarnegara

Banjarnegara, Suara Diponegoro — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., belum lama ini meninjau langsung kondisi korban gempa Kalibening Banjarnegara.

Dengan didampingi Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., Askasdam IV/Diponegoro, para Dan/Ka Balak Aju Kodam IV/Diponegoro, dan Dandim 0704/Banjarnegara, Pangdam IV/Diponegoro meninjau secara langsung kondisi warga masyarakat dan bangunan rumah warga maupun sarana dan prasarana lain yang ada di lokasi korban gempa Kalibening Banjarnegara.

Sebelumnya, Gempa bumi yang terjadi di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (18/4/2018) pukul 13.28.35 WIB berkekuatan 4,4 SR, Lintang 7,21 LS, Bujur 109.65 BT, kedalaman 4 Km ini, mengakibatkan kerusakan infrastruktur bangunan rumah, fasilitas umum dan korban jiwa meninggal dunia serta luka.

Korban meninggal dunia 2 orang atas nama Asep (13) warga Desa Kasinoman dan Ny. Kasri (100) warga Dusun Bakalan Desa Kertosari. Korban luka 21 orang dan hingga saat ini jumlah pengungsi yang terdata 908 KK atau 3,506 jiwa.

Sedangkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak antara lain, ratusan bangunan rumah rusak ringan maupun berat, dan beberapa fasilitas umum seperti masjid dan beberapa sekolah.

Disamping itu, Dandim 0704/ Banjarnegara juga menyampaikan personel yang terlibat dalam tanggap darurat pasca gempa Kalibening 843 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Banjarnegara dan Pekalongan, Dinkes, organisasi kemasyarakatan dan pemuda serta organisasi sosial dan relawan.

“Dalam tanggap darurat pasca gempa ini, upaya dan tindakan yang telah dilaksanakan menyiapkan personel dan material, mendirikan dapur umum, mendirikan pos kesehatan, menyiapkan tempat-tempat pengungsian, dan meleksanakan kegiatan rapat koordinasi bersama unsur terkait dalam pelaksanaan penanganan di lokasi yang terdampak bencana,” ujar Dandim.

Untuk dukungan logistik, lanjutnya. Kebutuhan pokok untuk para pengungsi terpenuhi dari sumbangan para donatur dari berbagai kalangan masyarakat serta instansi.

“Beberapa kebutuhan pokok yang diperlukan untuk para pengungsi seperti air mineral, beras, minyak goreng, lauk pauk, alat tidur, tikar, selimut, alat mandi, detergen, LPG, perlengkapan bayi, terpal, susu balita serta pampers dewasa dan bayi,” ungkap Letkol Inf Bagas Gunanto.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.M., dalam peninjauannya menyampaikan kedatangannya ke lokasi bencana alam gempa untuk melihat situasi dan kondisi masyarakat yang terdampak gempa dan untuk memastikan perlakuan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa ini.

“Alhamdulillah, Saya dapat melihat secara keseluruhan di masing-masing titik. Hampir seluruh komponen dan elemen masyarakat yang ada diwilayah ini, membantu mengatasi masalah awal yang ada di daerah ini,” terang Pangdam IV/Diponegoro.

Terkait dengan instruksi dalam penanganan tanggap darurat pasca gempa ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemda dalam hal ini Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Banjarnegara untuk mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki untuk bisa mempercepat proses evakuasi kemudian membersihkan rumah-rumah dan bangunan yang terkena dampak bencana ini.

“Alhamdulillah bantuan dari semua komponen masyarakat luar biasa, baik dalam membantu membersihkan bangunan maupun membantu masyarakat pengungsi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro mengungkapkan untuk mempercepat pemulihan disini, TMMD tidak menutup kemungkinan dapat dialihkan disini. Dan dapat pula melalui Bhakti TNI ataupun Karya Bhakti, akan difokuskan di daerah ini.

“Disini kita akan lakukan kegiatan karya bhakti secepatnya. Nantinya Kodam IV/Diponegoro juga akan dikerahkan, karena ini bukan pekerjaan jangka pendek tetapi jangka panjang dan harus terus melaksanakan bantuan,” terangnya.

Disamping hal tersebut, Pangdam IV/Diponegoro juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati serta masyarakat diminta mengikuti semua petunjuk dari petugas yang ada dilapangan. (0704/Pendam/PM)