Letkol Donan Bercerita Tentang Tank Milik Yonkav 2/TC

Semarang, Suara Diponegoro — Komandan Batalyon (Danyon) Kavaleri 2/Turangga Ceta Letkol Kav Donan Wahyu Sejati bercerita langsung tentang sejarah Batalyon Kavaleri dalam Bincang Suara Diponegoro beberapa waktu lalu di Studio Radio Suara Diponegoro, Penerangan Kodam (Pendam) IV/ Diponegoro.

Danyon menceritakan, Batalyon Kavaleri ini adalah dari satuan berkuda yang lambat laun berganti menjadi kendaraan tempur yaitu tank. Awal Batalyon terbentuk di Magelang yang sekarang dijadikan oleh Rindam IV/Diponegoro. Kemudian pada tahun 1981 diperintahkan untuk bergeser hingga ke markas yang sekarang ditempati oleh Yonkav 2/TC.  

“Tahun 1981 kami diperintahkan untuk bergeser ke Ambarawa, kemudian kami pun mengalami pergantian nama dari yang awalnya bernama Batalyon Intai, kemudian Batalyon Serbu sampai sekarang menjadi Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta,” ucap Danyon yang pernah menjabat lama di Banjarmasin.

Batalyon yang terletak di Kabupaten Semarang ini mempunyai jumlah anggota sebanyak 431 orang. Menurut Danyon, bahwa sampai saat ini masih sering mendapat kunjungan siswa sekolah, seperti anak TK, SD dan SMP, hanya untuk melihat dan mengobservasi kendaraan tempur milik Yonkav 2/TC.

Tugas pokok dari Yonkav 2/TC ini adalah untuk mendukung kegiatan operasional yang berfungsi sebagai penggempur di dalam Kodam IV/Diponegoro. Selain itu Batalyon ini juga mendapat tugas lain untuk melaksanakan Pembinanaan Teritorial Batas Satuan Non Kewilayahan (Bintertasatkowil). Satuan non kewilayahan adalah satuan non tempur yang digalang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena keberadaan batalyon ini tidak terlepas dari masyarakat, beberapa fasilitas yang ada dalam batalyonpun masih sering digunakan oleh masyarakat.

Batalyon Kav 2/TC memiliki 54 unit, terdiri dari asset lama dan baru. Untuk asset lama ada Tank AMX buatan Prancis dan asset baru ada Tank AMX Retrofit. Tank Amx Retrofit adalah tank amx yang diperbarui dalam komponennya yang dilakukan oleh PT Pindad.

Danyon menjelaskan dalam TNI Angkatan Darat (AD), tank paling canggih adalah Tank Leopard 2 akan tetapi di dalam Batalyon Kav 2/TC belum diisi oleh tank tersebut. Hal ini karena pengadaan alutsista tersebut masih dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua Batalyon Kavaleri mendapatkan tank tersebut.

“Untuk perbandingan saja ya, satu amunisi yang ditembakan oleh Tank Leopard ini seharga lebih dari mobil selebriti,” ungkap Danyon.

Selain itu, kepada Laskar Suara Diponegoro Danyon menuturkan mengenai cara membawa tank melewati jalan raya yang tidak diketahui banyak orang. Yonkav 2/TC memiliki trik khusus yaitu dengan pemasangan track suit atau bantalan karet pada rantai roda tank. Bantalan tersebut yang akan mengurangi beban sehingga saat defile pasukan, tank tidak akan merusak aspal. (PM/HR)

Untuk tahu lebih lanjut mengenai Tank Yonkav 2/TC, silahkan tonton videonya di Channel Youtube Suara Diponegoro. Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, comment, share, dan subscribes.