Era Industri 4.0 Merupakan Keniscayaan, Diperlukan Skill dan Speed Untuk Hadapi Dinamika Ancaman

Semarang, Suara Diponegoro – Era Industri 4.0 merupakan suatu keniscayaan dimana perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus globalisasi tak mungkin untuk dibendung. Hakekat ancamanpun semakin dinamis dan kompleks, oleh karena itu sebagai pelaku dan pengguna teknologi harus memiliki Skill (kemampuan) dan Speed (kecepatan) agar dapat mengikuti sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk membantu memperudah pelaksanaan tugas.

Jaringan komunikasi yang sudah tergelar dan terbuka lebar harus bisa diberdayakan secara maksimal untuk memperpendek ruang, jarak dan waktu sehingga informasi yang disajikan selalu valid dan uptodate. Oleh karena itu personel penerangan harus bisa menggunakan kecerdasan intelegensi dan emosionalnya yang dilandasi oleh kemauan agar dapat beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung tugas pokok. Terlebih Pendam merupakan corong Kodam dalam menyampaikan informasi kepada prajurit, PNS dan keluarganya maupun kepada masyarakat luas.

Hal tersebut menjadi keinginan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum, yang disampaikan langsung kepada prajurit dan PNS Pendam IV/Diponegoro saat jam Komandan mengawali tahun kerja 2019 di Aula Pendam, Jum’at (11/1).

Dikatakan Kolonel Arh Zaenudin yang merupakan lulusan Akmil 1996 itu, kemampuan (Skill) harus terus diasah dan ditingkatkan khususnya dalam hal penguasaan IT (Information Technology). Pendam dalam melaksanakan tugasnya tidak tidak bisa dipisahkan dengan teknologi informasi, mulai dari proses peliputan, publikasi dan dokumentasi. Harus disadari, bahwa melalui teknologi informasilah kita dapat menyajikan informasi yang valid dan uptodate sekaligus dapat memonitor dan menangkal berita yang tidak benar (HOAX).

“Bagaimana mungkin kita bisa menyajikan informasi yang valid dan uptodate serta dapat menangkal berita HOAX kalau kita sendiri tidak mampu menggunakan teknologi informasi”, tandas Kapendam.

Selain itu, kecepatan (Speed) sangat diperlukan untuk menangkal HOAX yang ditimbulkan oleh pihak-pihak tertentu agar tidak segera memframe opini masyarakat.

“Jangan sampai terjadi hipperrealitas, dimana kebenaran media diatas kebenaran realita”, tegasnya.

Meskipun sajian berita media tersebut salah (HOAX) namun karena masifnya dalam pemberitaan maka berita yang salah bisa dianggap sebagai suatu kebenaran. Bila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangkal, tentu akan membahayakan kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terang orang nomor satu di Pendam IV/Diponegoro.

“Insan penerangan harus bisa menangkal HOAX dengan memberikan informasi melalui pemberitaan yang didasari oleh data dan fakta secara cepat”, imbuhnya.

Kapendam berharap agar seluruh anggota Pendam memiliki kemauan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuannya (skill) agar kedepan dapat bertindak cepat/meliliki kecepatan (speed) dalam menyajikan informasi sekaligus menangkal (counter) informasi yang merugikan TNI, TNI AD dan khususnya Kodam IV/Diponegoro.

Hadir dalam jam Komandan, Waka Pendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.IP., M.A.P., para Kasi dan seluruh anggota Pendam IV/Diponegoro.