Rangkaian “Detik-Detik Proklamasi” di Jawa Tengah

Semarang, Suara Diponegoro – Berbeda dengan perayaan tahun lalu, detik-detik proklamasi tingkat Provinsi Jawa Tengah kali ini disuguhi dengan drama kolosal yang mengambil tema “Pertempuran Palagan Ambarawa” di Lapangan Pancasila, Kamis (17/08/2017).

Drama tersebut ditampilkan oleh Prajurit Kodam IV/Diponegoro yang dikoordinatori oleh Kodim 0733 BS Semarang, serta didukung oleh Polri, ASN, Mahasiswa, serta para Pelajar se-Kota Semarang. Drama epik ini menyajikan kisah perlawanan rakyat Indonesia yang mengusir tentara Jepang dan tentara Sekutu yang berakhir di kota Ambarawa.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Dandim 0733 BS Semarang sebagai koordinator acara rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Indonesia Ke-72 di Kota Semarang saat live interview bersama Suara Diponegoro, Rabu (10/08/2017).

“Drama ini kita mengambil latar cerita tentang perang para pahlawan pada masa-masa perjuangan dulu khususnya yang ada di Kota Semarang yaitu Pertempuran Ambarawa,” jelas Dandim.

Selain drama sebelumnya Dandim juga menjelaskan rangkaian kegiatan lainnya yaitu Kirab Merah Putih dan Tausiyah Kebangsaan yang menghadirkan Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam Kirab Merah Putih, diselenggarakan di Balai Kota yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jawa Tengah, Wali Kota Semarang dan para pimpinan Forkompinda Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan komponen masyarakat yang terdiri dari TNI, Polri, FKPPI, dan segenap pelajar se-Kota Semarang dan berbagai komunitas masyarakat yang dilepas dari Balai Kota Semarang dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (13/08/2017).

Tausiyah Kebangsaan

Kegiatan juga dilanjutkan dengan Tausiyah Kebangsaan yang berlokasi di Bundaran Tugu Muda Semarang, Senin (14/08/2017). Selain Habib Lutfi, acara ini dihadiri oleh Panglima TNI, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta para tamu undangan yang terdiri dari berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan berdoa bersama untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun.

Panglima TNI dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk bersyukur. Panglima juga bercerita tentang perjuangan melawan Jepang bersama para Kyai dan para bait yang berhasil memukul mundur para penjajah.

Menurut Panglima TNI, meskipun Indonesia terdiri dari berbagai ragam budaya, suku, bahasa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang mempunyai ciri khas masing-masing, tetapi tidak menjadi penghalang kesatuan, kebersamaan dalam Bhineka Tunggal Ika.

“Apabila ada ulama yang ingin merubah atau tidak setuju dengan Pancasila, maka dia bukan ulama, tetapi merupakan orang-orang  yang ingin merusak Negara,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dijelaskan, ulama yang sebenarnya akan mendukung Pancasila, para Kyai dan para baitlah yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan mereka tidak akan menghancurkan Negara.

Detik-detik Proklamasi

Sedangkan upacara detik-detik Proklamasi tingkat Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Lapangan Pancasila Semarang, Kamis (17/08/2017). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan Komandan Upacara (Danup) adalah Letkol Inf M. Ari Yustia yang merupakan Danyon Raider 408/Suhbrastha.

Dalam sambutannya Gubernur Jateng menyampaikan bahwa Pahlawan adalah mereka yang telah mewakafkan diri untuk Indonesia merdeka, yang telah tulus ikhlas berkorban jiwa raga demi Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

“Tugas kita, menjaga api semangat juang kepahlawanan ini agar terus menyala, sejak revolusi hingga pasca reformasi, sejak Sukarno sampai Joko Widodo. Jangan biarkan api perjuangan menjadi redup apalagi padam, walaupun terkena angin topan dan badai yang menghantam,”  amanat Ganjar Pranowo dalam upacara.

Sebelum amanat, Gubernur menyerahkan langsung Sang Saka Merah Putih ke Petugas Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang ditunjuk untung mengibarkannya. Dalam pengibaran tersebut diikuti oleh peserta upacara yang terdiri komponen Forkompinda Jawa Tengah dan masyarakat dengan penuh khidmat serta diiringi dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh Satsik Gabungan Ajendam IV/Diponegoro dan Polda Jawa Tengah.

Paskibraka

Paskibraka juga menjadi sorotan utama dalam sebuah upacara terutama upacara Kemerdekaan. Di tingkat Provinsi Jawa Tengah tim Paskibraka dilatih keras dan disiplin oleh para pelatih, salah satunya yaitu Peltu Muljadi anggota Kodim 0733 BS Semarang. Dalam live interview bersama Suara Diponegoro, Sabtu (12/08/2017), Peltu Muljadi mengaku telah melatih tim Paskibraka sejak tahun 2009 silam.

Peltu muljadi menjelaskan sebagai pelatih selalu mengajarkan yang sama pada setiap tim disetiap tahunnya. Terutama tentang kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan kepada para anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Selama ini tidak ada istilahnya terlalu keras, karna kita juga memahami anak-anak karna situasinya pasti berbeda dari yang dulu, tapi masalah kedisiplinan , aturan-aturan yang berlaku dalam latihan selali kita tegakan,” ungkap pelatih yang telah berpengalaman selama 9 tahun ini.

Kegiatan ini tentunya berpengaruh kepada mental anggota Paskib dalam melaksanakan latihan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh para anggota Paskibraka yaitu Zando dari Magelang dan Rio yang berasal dari Pemalang. Keduanya mengaku sangat bersemangat selama latihan dan karantina berlangsung, meski jauh dari keluarga keduannya juga mengungkapkan bahwa dukungan khususnya dari orang tua yang memberikan motivasi untuk terus bersemangat menjalani latihan.

Seperti yang diungkapkan oleh Rio bahwa kedua orang tuanya menitipkan cita-cita kepada dirinya untuk bisa memberikan kebanggan kepada keluarga dengan maju menjadi anggota Paskibraka Tingkat Jawa Tengah.

“Jadi orang tua saya itu menitipkan cita-cita yang besar ke saya , nanti kamu pokoknya gimana caranya biar jangan memalukan orang tua , dan semoga bisa menjadi anak yang berbakti,” tutur Rio yang bertugas sebagai pengibar bendera dengan rasa haru sekaligus bangga. (LR/AG/PM)