Pangdam IV Ajak Masyarakat Ikuti Diponegoro 10 K

Semarang, Suara Diponegoro — Olahraga lari memang tak se-tenar bulu tangkis, voley atau basket, mungkin karena itulah lari kurang digemari oleh masyarakat khususnya generasi muda. Padahal berlari memiliki manfaat yang sangat luar baisa, selain dapat memperlancar aliran darah, serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh, lari juga dapat memicu pengeluaran hormon dan enzim yang merangsang jantung dan otot bekerja lebih baik

Lari merupakan olah raga paling tua yang sangat murah dan dapat dilakukan kapan saja dimana saja. Olah raga ini hanya butuh kemauan dan tenaga saja, tetapi bila dikelola dengan baik dapat menjadi profesi yang menjajikan dan mengharumkan nama bangsa dan negara baik di tingkat internasional seperti atlet-atlet olahraga lainnya.

Dalam rangka memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat khususnya di cabang lari, dan dalam rangka menyambut HUT ke 73 TNI dan HUT 68 Kodam IV/Diponegoro, hari ini 29 September 2018 Kodam IV/Diponegoro menggelar event “Diponegoro 10K”.

Para peserta akan berlari menempuh jarak 10 KM dari Start di Simpanglima, selanjutnya menuju Jl, Gajah Mada, Jl. Depok, Jl. Pemuda, Tugu Muda, Jl. Dr. Sutomo, Jl. S.Parman, Jl. Veteran, Jl. Sriwijaya, Jl. MT. Haryono, Jl. A. Yani dan kembali finish di Simpanglima.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa peserta Diponegoro 10K tidak dibatasi, baik jumlah maupun usianya. Peserta yang mendaftar natinya akan di kelompokkan oleh Panitia menjadi empat kateori yakni kategori pelajar pria/putri (SD, SMP, SMA/K), kategori umum pria/putri untuk para pelari baik tingkat nasional, daerah, Perti, Club, masyarakat dan TNI. Kategori berikutnya TNI dan Polri yang terdiri dari organik TNI, Polri, PNS dan Taruna/Taruni, dan terakhir kategori master putra/putri yang merupakan pelari diatas usia 40 tahun.

“Diponegoro 10K terbuka untuk umum, semua warga masyarakat bisa ikut berpartisipasi, bergembira bersama sambil berolahraga,” ungkap Pangdam

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini merupakan upaya dan kepedulian Kodam IV/Diponegoro untuk mencetak dan memunculkan bibit-bibit pelari masa depan yang siap mengahrumkan nama bangsa dan negara di kanca dunia.

“Buktikan nyalimu dan daftarkan segera di www.diponegorosports.com atau datang langsung ke sekretariat di Kudam IV/Diponegoro Jl. Perintis Kemerdekan Watong Semarang. Cukup membayar Rp. 75.000,-, peserta sudah dapat jersey Diponegoro 10K dan jutaan rupiah menanti anda”, ajak Pangdam.

Potensi itu ada di Jawa Tengah, dulu kita punya Purnomo, pelari asli Jawa Tengah asal Purwokerto pernah menjadi satu-satunya wakil dari benua Asia pada olimpiade tahun 1984. Kita juga punya Suryo Agung Wibowo merupakan atlet lari Indonesia kelahiran Surakarta yang dikenal sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara karena pada SEA Games 2009, demikian juga dengan Triyaningsih dan pelari-pelari lainya.

“Mari kita bangkitkan dan kita gairahkan kembali Purnomo dan Triyaningsih muda di Jawa Tengah ini”, tegasnya.

Pangdam berharap dengan adanya even ini, akan bermunculan pelari-pelari muda berbakat dari Jawa Tengah siap untuk bersaing di kancah nasional bahkan di tingkat internasional. Disamping itu, kepada masyarakat Jawa Tengah untuk lebih mencintau olah raga. Jadikan olahraga sebagai kebutuhan, sehingga lama-lama akan menjadi kebiasaan dan senajutnya dapat menjadi hobi atau bahkan sebagai profesi.

“Silahkan pilih cabang olah raga sesuai dengan bakat dan minat masing-masing, tetapi lari merupakan olah raga yang paling mudah, murah dan menyehatkan”, ungkap Pangdam.

Selanjutnya, “Mari kita sama-sama memasyarakat olah raga dan mengolahragakan masyarakat, Indonesia Sehat Indonesia Juara”, pungkas Pangdam. (Pendam/pm)