Menyambut Hari Ulang Tahun, Kodam IV Gelar Doa Bersama

Semarang, Suara Diponegoro — Menjelang peringatan HUT ke-72 TNI dan HUT ke-67 Kodam IV/Diponegoro yang akan digelar pada 5 Oktober 2017 di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa, warga Kodam IV/Diponegoro menggelar doa bersama, Jumat, (29/09/2017).

Doa bersama dilakukan secara serentak di jajaran Kodam IV/Diponegoro dan diikuti oleh seluruh Prajurit dan ASN Kodam IV/Diponegoro sesuai dengan agama masing-masing. Seperti yang dilakukan di lingkungan Makodam IV/Diponegoro, untuk agama Islam dilakukan di Masjid Al Firdaus dipimpin oleh Wakabintaldam IV/Diponegoro yang juga dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah dan para Pejabat Kodam IV/Diponegoro yang beragama Islam.

Sementara untuk agama Kristen dilaksanakan di Aula Vijaya Kusuma Ajen dipimpin oleh Pdt. Astari Purnomo dan agama Hindu dilaksanakan di ruang rapat Bintaldam dipimpin oleh Kabalakjarah Bintaldam IV/Diponegoro serta agama Katolik dilaksanakan di Aula Bintal dipimpin oleh Romo Edi Purwanto, Pr.,

Melaui kotbahnya Romo Edi Purwanto mengatakan hari ini bertepatan dengan perayaan 3 malaikat agung yaitu malaikat Gabriel (pembawa kabar gembira), malaikat Mikael (panglima perang), dan malaikat Rafael sang penyembuh. Anggota TNI sebagai aparat negara juga berperan sebagai 3 malaikat tersebut yaitu menjaga keamanan, melindungi masyarakat dan memberikan penyembuhan (kedamaian hati rakyat)

Diselenggarakannya doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar seluruh rangkaian kegiatan HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro dapat berjalan dengan tertib, aman, lancar dan sukses.

Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya, operasi katarak, pengobatan masal, sunatan masal, donor darah dan bazaar. Seluruh rangkaian kegiatan baik yang sudah dan belum dilaksanakan merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban TNI kepada rakyat yang telah memberikan amanah untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini mengingat, TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan, “ Bersama Rakyat TNI Kuat”. (Pen/PM)