Mayjen TNI Tatang Sulaiman Harapkan Tenaga Ahli Turut Dukung Pertahanan Negara

Semarang, Suara Diponegoro — Kementrian Pertahanan Republik Indonesia menggelar Sarasehan Pola Penataan dan Pembinaan Tenaga Ahli / Profesi untuk SDM Komponen Pendukung Pertahanan Negara di Provinsi Jawa Tengah TA. 2017, Rabu (17/5/2017).

Acara yg digelar kali ini di buka langsung oleh Dirjen Komponen Pendukung Kementrian Pertahanan RI Ir. Tristan Sumardjono dgn membacakan amanat Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI di Aula Makodam IV/Dip. Dalam kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 80 peserta dari berbagai Tenaga Ahli Profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Perawat Gigi Indonesia dan para tenaga ahli profesi lainnya.

Salah satu pembicara dalam kegiatan ini adalah Kolonel Inf. Purwanto yg merupakan Kasubdit SDM Ditkomduk Ditjen Pothan (Potensi Pertahanan) Kemenhan RI mengenai komponen pendukung dalam menghadapi ancaman militer.

“Perlu adanya kesadaran bagi para tenaga profesi untuk turut mendukung  pertahanan negara sesuai dengan bidang tenaga ahli profesi,” imbuh Kolonel  Inf. Purwanto.

Selain itu kegiatan ini juga diisi dengan paparan dari Brigjen (Pol) Drs. Tri Agus Heruprasetya,M.H, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah yang memaparkan mengenai perang melawan narkoba sebagai salah satu cara menjaga Pertahanan RI.

Acara sarasehan ini juga diisi oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman yang memberikan materi Wawasan Kebangsaan. Pangdam IV/Diponegoro memaparkan bahwa ancaman perpecahan bangsa dan negara dapat diakibatkan dari berbagai permasalah yang muncul di negara tersebut diantaranya dari permasalahan pertumbuhan penduduk, kehidupan perekonomian, potensi alam, penggunan medsos, narkoba dan masih banyak permasalahan lainnya yang muncul.

Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa tenaga ahli profesi memiliki peran dan kedudukan yang strategis sebagai agen dalam membangun dan mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

“Setiap warga negara bisa berperan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui peran masing-masing termasuk tenaga ahli”, jelas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Para tenaga ahli profesi harus memiliki wawasan kebangsaan serta mampu memahami dan melestarikan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para tenaga ahli profesi bisa menjadi daya tangkal terhadap segala ancaman.

Diakhir penjelasannya, Mayjen TNI Tatang Sulaiman menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk kembali ke dasar negara Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Pancasila merupakan pengikat segala perbedaan baik perbedaan suku, agama dan budaya.(LR/AG/PM)