Didikan Disiplin Sang Ayah, Bawa Monica Sylvia Jadi Juara

Semarang, Suara Diponegoro — Monica Sylvia Rahman Agustin, putri dari anggota Detasemen Polisi Militer IV/5 Semarang Pomdam IV/Diponegoro (Denpomdam) ini merupakan atlet sepatu roda yang mempunyai prestasi hingga tingkat Internasional. Siswi yang baru duduk di kelas X SMAN N 11 Semarang ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Peltu Rohman dan Nining Rohman.

Permulaan Monika mengenal olahraga sepatu roda semenjak usianya 11 tahun. Awal ketertarikannya ini dimulai ketika ia melihat kakak dan teman-temannya yang bermain sepatu roda. Semenjak itulah Monika mengikuti club sepatu roda yang hingga kini Ia geluti yaitu Klub Kairos (Kahuripan Roler Sport).

Selama lima (5) tahun menekuni olahraga sepatu roda ini, Monika mampu mengumpulkan medali mencapai 45 Medali baik emas, perak dan perunggu. Meski begitu perjuangan mendapatkannya harus diikuti kerja keras dan displin yang diterapkan oleh sang ayah Peltu Rohman.

“Monica bisa berprestasi seperti sekarang ini ia rintis semenjak kecil dengan susah payah. Dan sejak kecil memang sudah saya biasakan disiplin.” ujar Peltu Rohman.

Meski harus berjuang jatuh bangun disetiap latihannya, Monika mampu meraih prestasi yang cukup membanggakan. Bahkan dengan prestasinya ini, ia dengan mudah mendapatkan sekolah yang diinginkannya.

“Dukanya kalo main sepatu roda itu ketika jatuh tiap pertandingan maupun latihan. Kalau sukanya banyak, dari yang banggain orang tua lewat prestasi terus gampanglah masuk sekolah yang dipengenin.” tutur Monika kepada Suara Diponegoro saat sesi live interview, Selasa (23/05/2017).

Monika juga bercerita mengenai kejuaraan yang pernah diikuti, mulai dari kejuaraan dari tingkat daerah, nasional hingga internasional, seperti di tahun 2013 di Malaysia dan 2017 di  Beijing China. Kejuaraan terakhir yang diikutinya adalah Kiss Open 2017 yaitu sebuah kejuaraan sepatu roda antar klub se-Indonesia Piala Bupati Karawang.

Dalam setiap pertandingan pengalaman menarik juga turut mewarnai pengalamannya, seperti yang diakuinya ketika mengikuti Kejuaraan Internasional di Beijing China (Beidaihe International Inline Skating Marathon Open 2017 jarak 21 Km), disana Monik belajar banyak mengenai cara bermain sepatu roda dari berbagai negara.

Meski banyak kejuaraan yang diikuti, Monica tidak lepas dengan rasa gugup di setiap pertandingannya. Ia bahkan sering memotivasi dirinya sendiri untuk terus berprestasi.

“Selalu bayangin gimana susahnya kerja keras latihan sore sampe malam dan hal itu yang jadi cambuk untuk terus semangat di setiap pertandingan,” ungkap Monica mengatasi rasa groginya.

Siswa yang masih duduk di bangku SMA N 11 Semarang ini masuk di kelas atlet, yang menurut penuturannya kelas ini baru dimulai di tahun angkatannya. Khusus kelas atlet masuk pukul 08.00 dan pulang pada pukul 13.00 siang.

Selain itu, Monica juga tergabung di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah. PPLP merupakan wadah atau perkampungan atlet yang difasilitasi pemerintah daerah Jawa Tengah yang didalamnya berisi gabungan berbagai atlet. Pusat pelatihan ini berpusat di GOR Jatidiri Semarang dengan jadwal latihan sebanyak dua (2) kali (pagi dan sore) dalam sehari.

Walaupun waktu yang tersita hanya untuk latihan dan sekolah, Monika mengaku beruntung dikelilingi oleh keluarga yang selalu mendukung dan memberi motivasi. Salah satunya seperti perhatian yang diberikan langsung oleh sang Ayah Peltu Rohman, yang kerap menemani anaknya dalam beberapa kesempatan pertandingan meski di tengah kesibukannya bertugas di Denpomdam IV/5 Semarang.

Ketika Monika sering berpergian keluar kota hingga luar negeri namun komunikasi dengan orangtua dan keluarga selalu berjalan dengan baik. Ditengah kesibukannya menjadi atlet, Ia selalu menyempatkan berkirim pesan memberikan kabar untuk keluarga tercinta yang tak pernah melepas dukungannya untuk dirinya.

Selain keluarga, Monika juga didukung oleh teman-teman dan pelatih yang dijadikannya idola sekaligus contoh panutannya yaitu Erlangga Ardianza Wibowo, atlet sepatu roda yang pernah meraih medali emas Sea Games 2011 di Palembang. Ia juga sangat mengidolakan Atlet Sepatu Roda Internasional dari Kolombia yaitu Paola Segura.

Kedepannya, Monika sedang disibukkan dengan persiapan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV/2017 yang diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Tengah. Diakhir perbincangan bersama Suara Diponegoro, Monika berpesan kepada teman-teman seusianya yang ingin berprestasi seperti dirinya bahwa yang terpenting adalah membagi waktu antara sekolah dan latihan untuk mengimbangi antara prestasi di luar akademik maupun nilai akademik di sekolah.

“Kalau ingin berprestasi, selain di olahraga juga bisa di akademik, yang terpenting bagaimana kita mengatur waktu. Intinya sih bersusah susah dulu, kalau udah sukses bisa seneng-seneng.” Terang Monika yang memberikan semangat kepada Laskar Suara Diponegoro (*sebutan pendengar Suara Diponegoro). (LI/AG/PM)