Bekerja untuk Masyarakat, Babinsa Kebonrejo Sukses  Kembangkan Potensi Gula Semut

Semarang, Suara Diponegoro – Babinsa Koramil 10/Candimulyo Kodim 0705/Magelang Korem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro Sertu Komarudin berhasil membina pengembangan produksi gula semut di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Cerita keberhasilannya ini ia bagi dengan Suara Diponegoro yang berkesempatan berkunjung dan melihat langsung produksi gula semut, Jumat (04/11/2016).

Usaha ini berawal dari keprihatinan di daerah asalnya yang banyak sekali potensi produksi gula cetak namun kehidupan masyarakat sekitar yang tidak lebih baik semenjak ia tinggalkan bertugas di Detasemen Zeni Tempur 3/Agni Tirta Dharma (Denzipur 3/ATD) Kodam V/Jaya selama 20 tahun.

Ketika Sertu Komarudin kembali ke Desa Kebonrejo tahun 2013, bersama para petani membentuk Kelompok Tani Ngudirejo. Ia memprakarsai sekaligus menjadi Ketua Kelompok Tani ini.

“Kelompok Tani Ngudi Rejo itu anggotanya bapak-bapak yang kerjanya nderes (memanen nira kelapa). Jadi, nderes yang dulu dibuat gula cetak, akhirnya berinovasi jadi gula semut. Dari gula cetak hingga menjadi gula semut itu yang menjadikannya bernilai lebih,” ucap Sertu Komarudin.

Setelah membentuk kelompok tani, ia juga membentuk kelompok Kawiti Srikandi Tani yang merupakan kelompok para istri petani nira kelapa yang mengolah nira kelapa hingga menjadi gula semut.

Kemudian, pada tahun 2008 potensi produksi gula semut dikembangkan dengan modal awal sekitar sepuluh juta rupiah (Rp. 10.000.000,-) yang dihimpun dari anggota kelompok tani. Dan perjuangan Sertu Komarudin tidak hanya sampai disitu, sepanjang perjalanan pembinaan yang dilakukannya mengalami beberapa kendala. Salah satunya persoalan pemasaran gula semut itu sendiri.

“Alhamdulillah ada sebuah perusahaan pengekspor gula kelapa organik yang berkantor di Kulonprogo dan mau memasarkan produk kami. Dengan adanya kerjasama ini, hasil produksi gula semut mendapatkan sertifikasi organik dari lembaga yang ada di negara Belanda. Sehingga bisa dipasarkan dengan kualitas yang bagus,” ujar Bapak dari dua anak yang gigih membina desa binaannya ini.

Bukan hanya persoalan pemasaran saja yang menghalangi perjalanannya ia dan kelompok tani binaannya mengalami peristiwa pahit karena perusahaan yang bekerjasama dengannya pernah mengembalikan gula semut produksinya sekitar empat (4) kwintal. Dan kejadian ini membuat kelompok taninya rugi sebesar empat juta rupiah (Rp. 4.000.000,-) per kwintalnya.

Dalam kesehariannya, Babinsa Sertu Komarudin saat ini membina 240 anggota tani yang dalam sehari mampu menghasilkan dua (2) kwintal gula semut. Meskipun demikian, produksi gula semut itu masih belum bisa memenuhi target yang diminta perusahaan yang bekerjasama dengannya.

Sertu Komarudin memaparkan bahwa perusahaan tersebut menargetkan kelompok taninya untuk mengirimkan gula semut sebanyak sepuluh (10) ton setiap bulan. Sementara ia bersama kelompok tani baru mampu memproduksi lima (5) hingga enam (6) ton per bulannya.

“Saya masih mengembangkan petani-petani binaan yang memang penderes berpotensi,” tegasnya penuh optimis.

Berkat kerja kerasnya bersama kelompok tani, kini gula semut yang mereka produksi sudah diekspor ke tiga negara seperti Belanda, Jepang, dan Amerika. Selain itu, kondisi perekonomian masyarakat desa juga berkembang pesat. Kemajuan produksi gula semut ini juga didukung oleh pemerintah setempat dengan memfasilitasi alat produksi.

Kesuksesan gula semut di Desa Kebonrejo mampu menarik berbagai pihak dari Jawa ataupun luar Jawa untuk melakukan magang di tempat tersebut. Magang yang dilakukan adalah pelatihan proses membuat gula semut.

Uniknya, pernah ada warga Belanda yang datang langsung untuk membeli gula semut. Sebagai Babinsa, Sertu Komarudin tergolong sukses dalam melakukan pembinaan pada wilayahnya.

“Sebetulnya gini, kalau di gula semut itu kan ngga murni usaha, boleh dikatakan ini binaan,” ujarnya dengan merendah.

Ia mengatakan sebagai pengusaha, Sertu Komarudin juga melaksanakan tugasnya sebagai Babinsa, yaitu dengan membina potensi gula semut yang merupakan bagian dari tugasnya.

Dalam pengembangan potensi desa binaannya, Sertu Komarudin juga didukung oleh pihak Koramil 10/Candimulyo, Kodim 0705/Magelang bahkan hingga Kodam IV/Diponegoro. Kabar kesuksesan Babinsa Sertu Komarudin hingga sampai pada telinga Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi.

Ia merasa senang dan tidak menyangka menerima kunjungan dari Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi. Setelah menerima kunjungan tersebut, Babinsa Sertu Komarudin pun berkesempatan menerima penghargaan dalam puncak Peringatan HUT TNI ke 71 dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-66 yang diselenggarakan di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro Oktober lalu.

“Suatu pencapaian sebenarnya, tapi saya tidak berpikir sampai kesitu karena saya bekerja untuk masyarakat sebagai wujud tugas kita untuk membina petani,” ucap Sertu Komarudin.

Menanggapi hal itu, Danramil 10/Candimulyo Kodim 0705/Magelang Kapten Arm Wadi sangat bangga dengan prestasi yang dicapai Babinsa Sertu Komarudin dalam memberdayakan potensi masyarakat di wilayah binaannya.

“Saya berpesan kepada rekan-rekan Babinsa dari Koramil 10/Candimulyo, intinya satu kata orang Jawa itu entengan (ringan). Jika menjalani satu kegiatan kemudian berlanjut kegiatan yang kedua harus dijalankan dengan ikhlas. Seperti setelah menjalani dinas sebagai Babinsa, kemudian bergabung dengan kelompok tani,” pesan Danramil kepada Babinsa kebanggannya itu. (LI/NM/PM).