Cegah Prajurit Terlibat Narkoba, Ratusan Anggota Kodam Di Tes Urine

Semarang, Suara Diponegoro — Penyalahgunaan narkoba merupakan pemasalahan yang sangat serius, bahkan Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan “Indonesia Darurat Narkoba” dan “Perang Terhadap Narkoba”.

Hal tersebut dikarenakan kejahatan narkoba merupakan kejahatan lintas negara (transnasional crime), kejahatan terorganisir (organized crime) dan kejahatan serius (serious crime) yang dapat menimpa segenap lapisan masyarakat, serta dapat menimbulkan kerugian besar dan menghancurkan terutama dari segi kesehatan, sosial, hukum dan keamanan.

Hal ini disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman melalui sambutannya yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI MS. Fadhilah pada Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) TNI AD di Aula Makodam IV/Diponegoro dan mengikuti uji petik penyalahgunaan narkoba melalui tes urine, Selasa (24/10/2017).

Pangdam juga mengingatkan, bahwa  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Normantyo juga sudah berkomitmen bahwa seluruh prajurit TNI tidak boleh terlibat masalah narkoba, dan apabila kedapatan akan diberi sanksi tegas dan berat yakni berupa pemecatan.

Kodam IV/Diponegoro berupaya  terus melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan melakukan pengawasan serta menindak tegas apabila ada prajurit dan ASN Kodam IV/Diponegoro yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba hingga pemecatan.

Asisten Pengamanan Kasad Mayjen TNI Ilyas Alamsyah melalui Waaspam Kasad Brigjen TNI Makmur  Umam, S.A.P., M.M. menyampaikan bahwa narkoba sudah menjamur bahkan dari kalangan anak-anak sampai dengan orang tua dengan berbagai jalan ditempuh termasuk ke sekolah-sekolah. Tidak terlepas para prajurit, istri dan anak-anak prajurit juga menjadi sasaran dan incaran para pengedar narkoba, oleh karena itu kita harus lebih waspada dan mengantisipasinya.

Agar prajurit dan ASN TNI AD terhindar dari penyalahgunaan narkoba, Aspam  memberikan penekanan,  yakni para prajurit dan ASN harus dapat memelihara dan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mengamalkan secara nyata nilai-nilai setiap butir delapan wajib TNI ditengah kehidupan masyarakat.

Tidak hanya itu, Brigjen TNI Makmur  Umam juga berharap agar prajurit memiliki sikap sopan santun, ramah, rendah hati, sederhana dan bermartabat. Serta menghimbau untuk tidak berpikir mencari kekayaan secara instan dengan melakukan kegiatan yang melanggar hukum seperti menjadi pengedar narkoba

Sebelum kegiatan sosialisasi,  para peserta sosialisasi wajib mengikuti uji petik penyalahgunaan narkoba oleh Tim Terpadu dari Spamad, yang terdiri dari anggota Spamad, Puspomad, Puskesad, dan Dirkutmad. Hal ini membuktikan kalau TNI AD tidak main-main dalam hal pemberantasan dan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI AD. (Pen/PM)